Tampilkan postingan dengan label budaya indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label budaya indonesia. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 April 2013

THE ROLE OF SONG TO TEACH ENGLISH VOCABULARY THROUGH LISTENING AT THE SENIOR HIGH SCHOOL


CHAPTER I
INTRODUCTION

1.Background of the Study
Life and language are related to  each other. This phenomenon started from human’s need in communicating. Basically, human as a social creature always depends on social relation. When language as a tool for communicating is used, the language can affect human development. From the relationship between human beings in  a society it shows that human has a quality of communication. Fiumara (1995:126) claims that the life and language synergies may then begin to appear in the full diachronic dimension affecting human development. From the statement above, it is clear that language acquisition of human being  is mostly influenced by their surrounding.
Nowadays, language is changing with the changing of the world in science and technology. We should become  people who will be able to face modern life in globalization area.  When we struggle to live in the globalization area, we should have many skills including mastering languages. One of them is English,
the international language. By mastering English we already have a key in reaching our goals. People who master English usually have bigger chance to develop their business. They are more appreciated than other businessmen who are not able to do so.
The Indonesian government realizes that English is an important subject for students nowadays. As a proof, English is taught at school from the first grade of Junior High School through the third grade of  Senior High School, and at some departments at the universities in Indonesia as well. Even now, in certain regions English is taught at Elementary Schools as a local content subject. Moreover, many English courses are also appearing in Indonesia. This tendency also supports that English language is needed nowadays. As teachers, we should cover all of the English skills such as listening, speaking, reading, writing and also  the language components: phonology, vocabulary, and structure. As stated in the Curriculum Design, one of a framework of components is a common  professional vocabulary (Richards, 1996:12)
In order to write and to speak English well, the students have to master the components mentioned above, especially the structure and the vocabulary. To learn English is not easy, the students will find many problems. The learners who are from countries with English as the first language, the mastery of vocabulary and structure will be different from the learners coming from a country with English as second language or as a foreign language, such as Indonesia.
Learners from countries with English as the first language will not have difficulties in acquiring the two language components. The mastery of vocabulary and structure has been acquired early as subconscious habits; which will become automatic habits of the adult learners of a new language. The learners listen to the language and use it directly in their daily life. In ????????????????????????????????

SILAHKAN DOWNLOAD SKRIPSI ATAU PROPOSALNYA DI SINI
 


Kamis, 14 Juni 2012

BADIK MANGKASARAK SIMBOL KEBERANIAN MASA DEPAN

BADIK MANGKASARAK SIMBOL KEBERANIAN MASA DEPAN
Beragam suku dan keanekaragaman adat istiadat budaya di Indonesia telah bersatu dalam semboyang bhineka tunggal ika berbeda beda tapi satu. Di dalam keanekaragaman itu terdapat banyak hal yang patut kita ketahui dan pahami maka mulailah mengenal budaya Indonesia berawal dari tempatmu sendiri ketahuilah ceritakan dan banggalah padanya boleh jadi kita sudah berjumpa banyak orang,
telah pergi melanglang buana di pelosok dunia tapi walaupun demikian hujan emas di negeri orang masih lebih baik hujan batu di negeri sendiri maka banggalah menjadi orang Indonesia
Dalam tulisan ini saya akan mengangkat tema tentang senjata traditional ala Makassar dengan berpegang pada semboyang pembangkit semangat REWAKO MAKASSAR di mana rewako disini berarti berani dan ini memang cocok disandingkan dengan senjata khas Sulawesi Selatan yang akan kita bahas yaitu "BADIK MANGKASARAK" bentuk asli dari senjata ini seperti jantung pisang, ada jg yang berpendapat seperti orang hamil, makanya orang menyebutnya lompo battang (perut besar), konon katanya jika ada orang terkena badik ini, maka dia tidak akan bertahan dalam waktu 24 jam
Tapi jangan salah dulu, tenang Badik ini tidak harus digunakan untuk melukai manusia dahulu sering dipakai oleh kalangan petani untuk melindungi dirinya dari binatang melata dan membunuh hewan hutan yang mengganggu tanamannya. Selain itu karena orang Makassar gemar merantau, maka penyematan badik dipinggangnya membuat dia merasa terlindungi, jadi tidak salah kalau orang orang Makassar dulu beranggapan lebih baik tidak punya uang daripada tidak bawa Badik. Bahkan para pahlawan kita dulu telah melawan penjajah dengan senjata ini dan konon katanya banyak penjajah yang mati di ujung Badik Mangkasarak sehingga akhirnya Indonesia merdeka. Selain dari pada itu ada pula badik yang berfungsi sebagai benda pusaka, seperti badik saroso yang memiliki nilai sejarah. Ada pula sebagian orang yang meyakini bahwa badik berguna sebagai azimat yang berpengaruh pada nilai baik dan buruk seseorang.
Satu hal lagi fungsi dari Badik Mangksarak yang paling popular adalah digunakan untuk membela diri dalam mempertahankan harga diri seseorang atau keluarga dan orang orang Makassar yang berdogma kental menganggap ini adalah harga mati. Hal ini didasarkan pada budaya siri' dengan makna untuk mempertahankan martabat suatu keluarga. Konsep siri' ini sudah menyatu dalam tingkah laku, sistem sosial budaya dan cara berpikir masyarakat Makassar di Sulawesi Selatan. Permasalahn Siri’ yang paling sering menjadikan badik ini untuk harus digunakan adalah masalah kawin lari yang umumnya terjadi pada hubungan cinta yang tak direstui oleh keluarga karena strata kasta atau golongan dalam masyarakat dimana keluarga yang keberatan di sini disebut tuma’siri’ yang umumnya dari keluarga si gadis pelaku kawin lari dan diwajibkan untuk membunuh si pria atau keduanya apabila tuma’siri’ ini melihatnya.
Namun walaupun demikian masih bisa ditempuh jalan damai melalui negosiasi yang terkenal cukup rumit yaitu kesepakatan kedua keluarga untuk membiarkan kedua pasangan sejoli ini kembali ketengah tengah keluarga yang biasa disebut BAJI’ atau MA’BAJI’ dimana si pria memenuhi syarat syarat yang diminta oleh tuma’siri’. Kendati demikian setelah pasangan ini kembali mungkin butuh waktu lebih lama pada keluarga untuk melupakan rasa siri’ (malu) itu dan sekaligus membalut luka itu. Tapi ada juga masyarakat yang apabila terjadi kawin lari ini keluarga akan mengadakan pesta kematian untuk si wanita kawin lari yaitu disebut RIPA’TUMATEANGI, dimana si wanita dianggap sudah mati jadi walaupun bertemu di suatu tempat sudah dianggap bukan siapa siapa lagi dilupakan dan tak dihiraukan lagi sampai di sini persolan selesai.
                Itulah fungsi Badik Mangkasarak yang saya sempat paparkan dalam artikel ini. Tapi tidak sampai di sini saja yang menjadi pertanyaan besar kepada kita semua terutama suku Makassar untuk menjadi bangga dengan dengan budaya apakah kita harus membawa badik kemana saja kita pergi sebagai simbol keberanian. TENTU SAJA TIDAK!!!!!. Zaman telah berganti kata petuah Makassar tempoe doloe berkata TANJAKA MAMI TAKKULLE RI PAINRA (hanya wajah yang tak bisa dirubah) tapi sekarang petuah itu tidak berlaku lagi karena kemajuan IPTEK bahkan wajahpun bisa dirubah, jadi saya menghimbau kepada siapa saja yang membaca artikel ini dengan berpesan bahwa untuk bangga dan menjujung tinggi harkat budaya bangsa kita marilah kita menjadi berani tentunya bukan berani untuk berkelahi beranilah mengambil langkah positif untuk merubah masa depan kita, beranilah untuk sukses dan warnailah masyarakatmu jangan sampai cuman kita yang diwarnai oleh masyarakat karena impossible is possible.
Untuk para muda mudi jagalah kehormatanmu karena kehormatanmu adalah simbol bangsa kita bagi para mahasiswa beranilah untuk tidak bertindak anarkis dalam menyampaikan inspirasi ditengah carut marut negeri ini karena tindakan anarkis tidak lain adalah simbol kelemahan karena orang yang berani dan orang yang kuat adalah orang yang mampu menahan emosinya dan terakhir untuk para pemegang wewenang dan punya pengaruh dan kekuasaan di negeri ini jadilah bijak dalam mengambil keputusan karena di kantong safarimulah kami titipkan masa depan kami dan negeri ini